Sabtu, 09 Februari 2019

Berkuasa

*JANGAN MERASA BERKUASA, YANG GAJI KAMU SIAPA?*

*Oleh: DR. AHMAD YANI. SH. MH.*

Adagium "negara adalah aku" kini hidup kembali setelah reformasi kita berdemokrasi. Negara diidentikkan dgn pemegang kekuasaan. Pembangunan negara seakan-akan adalah milik satu orang. Itulah yang disebut sebagai kediktatoran yg nyata. Sedangkan beban negara diserahkan kpd rakyat.

Konstitusi tidak pernah membuka ruang bagi adagium itu. Tapi karena kepongahan, mereka nekat mengklaim bahwa mereka lah pemilik segalanya.
Semenjak itu pula sebaris tukang puja-puji, bertindak bebas dan merasa sok kuasa.

Sudah hampir 5 thn mereka memegang kuasa dan menganggap diri paling kuasa. Siapa saja yang berbeda, dilaporkan, lalu dengan sigap ditindak. Tapi ketika mereka dilaporkan, tidak diperiksa. Tatanan hukum rusak, narasi kebangsaan tersumbat, kehidupan getir, karena sok kuasa.

Semua menjadi milik mereka. ASN yang diangkat dan digaji oleh negara untuk mengabdi pada negara dianggap dikaji oleh yang datang lima tahun dan pergi dengan segala beban. Padahal seumur hidup mereka bekerja untuk negara. Tapi karena sok kuasa, semua diklaim dari mereka semua.

Infrastruktur yang dibangun dengan hutang, yang menjadi beban masa depan bangsa, yang akan menjadi beban generasi yang akan datang, dianggap milik si penguasa. Uang negara dianggap uang pribadi. Jadilah sekelompok tirani bermain2 atas nama negara.

Mereka mengklaim keberhasilan itu milik mereka. Lalu "sejuta" beban dan tumpukan masalah mereka cuci tangan. Mereka ibarat perampok besar yang datang dengan sadis dan pergi meninggalkan luka. Siapa yang akan menanggung? Ya rakyat.

Kekuasaan pongah, manusia kerdil, baju kekuasaan secuil, bertindak seperti bak pemilik alam semesta. Menuduh Aksi 212 sembarangan, merusak jutaan nama umat Islam, tapi mana ada yang mau menindak perusak ini? Mereka pada dasarnya bukan siapa2, tetapi mereka berkuasa.

"Firaun" moderen sedang membangun diatas tumpukan hutang. Dengan sombong ia mengaku diri. Dia siapa dan darimana asal usulnya, masih dipertanyakan. Tapi merasa diri paling hebat. Pemujanya sedang menghamba padanya atas uang dan kebutuhan perut.
Saya menyebutnya pemburu rente

Itulah... Kalau kita bicara keras kepada mereka seperti ini, kita dianggap sebagai pembenci dan radikal. Tapi ketika mereka mencaci, marah-marah, mengancam orang, tiada satupun orang yg melihat kesalahan si pongah ini. Rusaklah bangsa kita.
Kalau ini berlanjut, berbahaya.

Segerombolan perusuh ini sedang mendapatkan panggung untuk memancing perpecahan. Tidak perlu isi kepala, yang penting bisa marah-marah dan caci maki.

Tapi kalau umat Islam menanggapi, umat Islam akan dituduh radikal. Kita nggak tahu yg menuduh jutaan umat Islam di monas itu siapa? Mereka bebas ikut campur, tapi kita tdk boleh.

Mereka lupa diri, karena menganggap diri yang paling benar dan berkuasa. Yang gaji kamu siapa?

Presiden makan gaji darimana? Menteri makan gaji dari mana?
ASN makan gaji dari mana?
Kamu yang membabi buta memuji, digaji oleh siapa?
Kamu yang bilang infrastruktur milik tuanmu, yang gaji kamu siapa?

Kalian benar-benar telah menunjukan kepongahan, arogan dan sok berkuasa, Ini negara bukan Perusahaan milik tuanmu, ini negara milik bersama. Uang negara bukan uang tuanmu. Pembangunan negara bukan dibangun karena tuanmu, tapi ini kebutuhan negara, bukan kebutuhan elektabilitas.

Lalu kamu mengatakan tanpa rasa malu, infrastruktur itu seakan-akan milik tuanmu. Dengan sombong tanpa rasa malu, kau bertanya "yang gaji kamu siapa?". Seakan-akan pengabdian mereka kau gaji dengan uang pribadimu. Kau sendiri lupa siapa yang gaji kamu dan bos mu.

Kau "mengusir" orang yang tidak pilih tuanmu dari jalan tol. Seperti tol itu kau bangun untuk kerajaan tuanmu. Ini bentuk terburuk dari wajah tirani kekuasaan. Mumpung masih berkuasa, merasa paling berhak. Jangan sok kuasa lah, hidup ini masih panjang dan negara bukan ada karena hanya untuk kalian.

Maka karena itu, ini pertaruhan penting bagi bangsa dan rakyat uang merindukan keadilan dan kemakmuran. Ini pertaruhan umat Islam yang moderat untuk membuktikan bahwa kekuatan Modernis ini adalah untuk memajukan bangsa, bukan sok kuasa.

*Tweet @Ahmadyaninews*
Sabtu 2 Februari 2019

Yg perlu di ketahui

Yg belum banyak diketahui orang...

Setelah 74 th merdeka, baru sekarang kita punya Cawapres keren begini..
Fisik Sehat, IPK 4 lulus summa cum laude, Pengusaha, Sukses, Akhlaknya baik, Berpengalaman sbg CEO di 100 perusahaan dll.

UNTUK DIKETAHUI
Ternyata Sandiaga Salahuddin Uno ( SANDI ) Punya Gelar Professor tetapi tidak dipakainya, Gelarnya langsung diterapkan buat kepentingan orang banyak.
Sandi pun amat jarang orang tahu kalau gajinya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta sepersen pun tak ada yang diambilnya, melainkan langsung disedekahkan kepada orang yang kurang mampu.

TETAPI PANTASKAH IA DI BERI KESEMPATAN UNTUK MENJADI WAKIL PRESIDEN RI....?
LIHAT JEJAK RIWAYAT HIDUP NYA...!
Ternyata SANDIAGA SALAHUDIN UNO Lebih Hebat dari Yang Kita Duga

1990
Lulus S1 dari Wichita State University, Amerika
Bang Sandi lulus dengan predikat lulusan terbaik (summa cum laude) dari Wichita State University di Amerika.

1992
IPK 4 di Studi Master George Washington University
Bang Sandi menyelesaikan studi master (S2) di George Washington University, dan mendapatkan gelar Master of Business Administration dengan mendapatkan IPK 4,00.

1995
Direktur Termuda di Perusahaan Kanada
Bekerja dan menjabat sebagai Executive Vice President, direktur termuda di NTI Resources, Ltd, perusahaan di Kanada.

1997
Bertahan Setelah Krisis Moneter
Terkena PHK akibat krisis moneter. Kemudian ia membangun DARI NOL usahanya, mendirikan perusahaan investasi PT Recapital bersama sahabatnya Rosan Roeslani perkasa. Dari situasi yang sangat sulit hingga akhirnya berhasil memiliki 25 perusahaan dengan 50.000 karyawan.. Limapuluh ribu karyawan lho !! 2005-2008.
Organisasi Nasional
Sandi menjabat sebagai anggota KEN (Komite Ekonomi Nasional) di masa pemerintahan presiden SBY dan menjabat Ketua Umum Badan Pengurus
Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2005-2008.

2015
Menjabat Organisasi Nasional
Menjabat sebagai Ketua Umum PB PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia), Ketua Umum APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia), Wakil Ketua Umum KADIN Bidang UMKM, dan juga menjabat sebagai Bendahara ICMI, serta pendiri AKSI (Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia) .

2016
PROFESSOR BIDANG ENTREPRENEURSHIP
Menerima gelar Distinguished Research Professor Bidang Entrepreneurship dari George Washington University, Amerika Serikat atas penelitian doktoral di bidang kewirausahaan. Emangnya gampang jadi Profesor di Amrik?
Kontribusi Kepada Masyarakat
Ia salurkan melalui yayasan yang didirikannya (MRUF, INOTEK dan Indonesia Setara), membina ribuan UKM dan start-ups di Indonesia.
Kaya dengan hasil keringat sendiri bukan warisan, membagi ilmu dan kekayaannya kepada pengusaha kecil dengan membiayai pendirian badan usaha kecil yang potensial.
Terbukti prestasi akademik sangat menunjang keberhasilan dalam menjalankan bisnisnya dan pengabdian masyarakat.

Belum lagi kecerdasan spiritualnya,
Puasa Senin Kamis
Sholat Dhuha nya rutin
Sedekah nya (gaji wagub DKI semua disedekahkan, tak serupiah pun diambil)
Insya Allah, ini keberkahan untuk Indonesia :)

#PrabowoSandiMenang
Bantu viralkan agar semakin banyak umat yg tau

Senin, 04 Februari 2019

Pendusta

*Curhatan WNI Cina Ahli Komputer ini Jadi  Viral 👇🏼*

Apakah prabowo lebih baik krn dia kan belum teruji.
Benar dan masa kita tidak mampu memahami bahwa yg sekarang SUDAH TERBUKTI DZALIM dan CENDERUNG PENDUSTA?

Jadi mengapa harus Meminta BUKTI pada orang yg Belum diberi Kepercayaan utk MEMIMPIN?

Sedang yg sudah TERBUKTI DZALIM kita abaikan?
Coba renungkan

Saya punya Rekaman Video jokowi BERDUSTA sebanyak 296 Giga Byte. Itukan BUKTI bukan?

Jadi bagi saya jokowi sudah terbukti berdusta dan 66 Janjinya yg tidak terpenuhi.
Untuk apa lagi diharapkan?

Jika semua DUSTA nya itu dianggap tidak RASIONAL maka jokowi semakin GAK BENER

Dulu saat dia cuma jualan MEBEL tidak ada yg mempertanyakan apakah dia mampu memberikan Bukti ? Tapi kita memberikannya Kepercayaan utk memimpin Bangsa ini.

Setelah memimpin dan terbukti tidak Mampu, maka sudah selesai dan Cari yg baru

Saya kira mengingatkan pada orang banyak bahwa PEMIMPIN itu telah BERDUSTA bukanlah sebuah DOSA kepada Tuhan dan itu pun bukan hujatan.

Melainkan berbuat KEBAIKAN agar BANYAK ORANG TIDAK LANJUT MASUK KEJURANG

Bagaimana kita bisa rasional? jika kita tau PERBUATAN JAHAT itu nyata terjadi dan kita Mengabaikannya dan tidak mengingatkan pada orang lain bahwa *DUSTA ITU JAHAT DIMATA TUHAN.*

Itu adalah AMANAH kita sebagai Manusia yg dipercayakan TUHAN agar senantiasa kita Selalu MENGINGATKAN orang banyak agar TIDAK TERBIASA DGN PERBUATAN DOSA.

Pancasila sebagai Ideologi Berbangsa yang saya PEGANG adalah *"PANCASILA yang Lahir pada tgl 18 AGUSTUS1945."*

*BUKAN Pancasila 1 Juni 1945.*

*Oleh sebab itu :*
*"SILA 1(satu) bagi saya adalah Tetap KETUHANAN YANG MAHA ESA."*

Sedang Pak joko ini MERUBAH nya jadi MENJAUHKAN BANGSA ini dari TUHANNYA dengan *Pancasila 1 Juni 1945.*

Dimana Pancasila 1 Juni itupun BERTENTANGAN dengan ISI PEMBUKAAN UUD45 pada ALINEA KE 4.

Sudah UUD 45 nya di-Amandemen sehingga Isi Pembukaan dan Batang Tubuhnya tidak berkesesuaian lagi lalu Pancasilanya pun juga bertentangan.

Jadi DENGAN DASAR APA SEBENARNYA KITA INI BERBANGSA DAN BERNEGARA.

*INILAH "KEDZALIMAN."*

Saya sejak 2012 Adalah PENDUKUNG Jokowi, TAPI sejak itu saya SADAR bahwa saya Telah KELIRU mendukung beliau ini, Karena beliau KACAU BERPIKIR tentang BANGSA dan NEGARA seperti apa yang telah dibuat oleh PARA PENDIRI BANGSA INDONESIA.

Jadi mengapa saya Katakan Pak Jokowidodo TIDAK LAYAK selain Dia PENDUSTA Sepanjang Hidupnya, Dia DZALIM terhadap BANGSA dan NEGARA yang telah membesarkan dirinya dengan semua Kebijakannya tsb diatas.

Kita Butuh Pemimpin baru, Minimal dia seorang MANUSIA, yang jika Bersalah maka dia MEMINTA MAAF.

Kalau soal dukung mendukung Jokowi saya yakin kalau saya lebih total mendukungnya saat itu, karena saya sampai mengorbankan Materi saya juga Milyaran rupiah selain Tenaga saya untuk dia Menang saat itu.

Saya MANUSIA yang memiliki NURANI dan AKAL untuk berpikir dan membedakan yang KELIRU DAN SESAT.

*Oleh sebab SEJAK SAAT itu saya MENENTANG Pak Jokowidodo, selain dia TIDAK AMANAH, juga dia TIDAK MEMAHAMI BANGSA DAN NEGARANYA, Seolah dia HIDUP dalam REALITY SHOW.*

*Sedang Kehidupan Rakyat ini NYATA, Semua JANJINYA DIA YANG UCAPKAN DAN DIA YANG INGKARI TANPA RASA BERSALAH."*

Bagi saya, saya tidak punya masalah Pribadi, tapi bagi Masyarakat dibawah Kepemimpinannya itu Masalah dan semakin banyak ATURAN YANG DILANGGARNYA.

SEDANG KITA BERNEGARA TIDAK LEPAS DARI MEMATUHI ATURAN.

*Sampai2 dia dikenal : "I DONT READ WHAT I SIGN"* ini BERBAHAYA bagi Masa Depan kita sebagai BANGSA dan NEGARA.

Apa Prestasinya selain DUSTA yang berkelanjutan terus?

*Infrastruktur!?*

*Itupun BUKAN ANGGARAN APBN* melainkan Anggaran Swasta dan Asing.

Gimana bisa sebuah Negara seluruh Assetnya dikuasai Asing dan Swasta?

*Lalu UTANG demikian Besar digunakan untuk apa.???*

MENTERI KEUANGANNYA : *"Sri Mulyani"* pun TIDAK BISA MENJAWABNYA.

Beban Utang tsb adalah Beban RAKYAT dengan Biaya Hidupnya semakin MAHAL.

Hingga yang saya amati mereka sudah Mirip Budak karena untuk memenuhi Kebutuhan Hidup Keluarganya Suami Istri bekerja lebih dari 12 jam sehari.

Anak2 Masa Depan Bangsa ini, mau dibawa Kemana???
Jika Orang-tuanya tidak lagi memiliki waktu untuk mereka?

Belum lagi Masalah SARA yang jadi semakin TEGAS padahal sudah lama sejak Asimilasi kita TIDAK LAGI MEMILIKI MASALAH tsb.
Sekarang jadi semakin Naik Kepermukaan.

Ini IPOLEKSOSBUDHANKAMNAS Bangsa Indonesia yang TERANCAM.
Dibawah Kepemimpinan Pak Jokowidodo karena Maaf dia memang Gagal Paham tentang Berbangsa dan Bernegara selain dia Jago Marketing Massa untuk Pencitraan dirinya saja.

Triple helix boro2 dia pahami.

Ini masalah SERIUS

Jadi Pilpres ini Bukan masalah Ganti Kepemimpinan semata. Tetapi ini Masalah EKONOMI, LEADERSHIP dan KETELADANAN BANGSA.

Ini masalah SERIUS sudah dititik Nadir karena Agamawan dan Lembaga Agamapun tidak mampu menjadi BENTENG PERTAHANAN bagi Rakyatnya untuk tetap Berdaulat. KYAI Besar yang dulu kita Hormati sekarang telah BERUBAH menjadi PENDUSTA juga (esemka bln Oktober diluncurkan, P. Jokowi Turunan Sunan Kalijaga dan Dusta2 lainnya), kita sebagai RAKYAT sedang dicoba agar kita terbiasa hidup dengan DUSTA.
MAAF KEHENDAK INI SAYA TOLAK !!! Saya tidak akan pernah membiasakan diri saya, Keluarga saya dan Keturunan saya Terbiasa hidup dengan BERDUSTA...

Ini MEMPRIHATINKAN !!!

Itulah mengapa kita HARUS BANGKIT atau PUNAH.!?

Sebagai sebuah Bangsa yang dicita citakan oleh Para Founding Father.

Ini Bukan Masalah Jokower TAPI RASIONALITAS Berpikir, karena Tuhan sudah memberikan MANUSIA AKAL yang membedakan kita dengan BINATANG.

Dan Tetap memiliki NURANI.

Saya Bukan Relawan apalagi Simpatisan Prabowo TAPI Jokowi sudah HARUS SELESAI sampai disini saja dan saya ucapkan banyak terima kasih atas KEBODOHANNYA yang MEMBUKA semua AIB atas Negeri ini sebagai BUKTI GAGALNYA AMANDEMEN UUD 1945

Demi Masa Depan Anak Cucu Kita Tetap Cinta INDONESIA.

:: Ir. Wawat Kurniawan MSc (WeKa) ::

Minggu, 13 Januari 2019

Pantaskan Diri Mendapatkan Pertolongan-Nya

*[Pantaskan Diri Mendapatkan Pertolongan-Nya]*

Alkisah seekor rusa betina sedang hamil tua.
Ketika mendekati detik-detik kelahirannya, rusa ini pergi ke suatu tempat yang jauh di sisi hutan yang berdekatan dengan sungai.

Tiba-tiba sesuatu yang tidak ia bayangkan terjadi!

Terdengar suara gemuruh dari langit dan tiba-tiba tampak kilat menyambar permukaan bumi. Hutan kering ini terbakar dahsyat karena percikan api dari kilat tersebut.

Ketika rusa ini menoleh ke kiri, tampak seorang pemburu telah siap melesatkan anak panah ke arahnya.

Saat menoleh ke kanan, ia pun terkejut melihat seekor singa lapar yang siap menerkamnya.

Maka tiada pilihan bagi rusa ini selain:

1. Mati dimangsa singa.
2. Mati terkena panah.
3. Mati terbakar.
4. Atau mati tenggelam karena melompat ke sungai.

Yang jelas...
Bahaya mengancam dari berbagai penjuru dan tidak ada lagi kesempatan untuk berlari.

Lalu apa yang harus ia lakukan?
Bersedih dan merintih?

Menangis dan menjerit?
Atau ia harus berlari sementara kondisinya begitu lemah?
Atau menyerah pada keadaan?

Rusa pun pasrah. Dia hanya fokus untuk melahirkan bayinya.

Lalu apa yang terjadi?....

Kilat-kilat yang menyambar mengganggu pandangan si pemburu.
Akhirnya panah yang dilesatkan pun meleset dan mengenai si singa lapar. Singa malang itu mati seketika.

Tiba-tiba hujan datang begitu deras dan memadamkan kebakaran di hutan tersebut.

Pemburu lari mncari tempat berteduh dan tidak fokus lagi kepada rusa tersebut.
Rusa pun melahirkan dengan selamat!

Sahabatku....
Segala kesulitan menyerbumu dari segala arah. Masalah datang bertubi-tubi seakan tak memberimu kesempatan untuk bernafas lega.

Masalah di tempat bekerja,
masalah di dalam rumah,
masalah di jalan,
masalah dengan anak-anak kita,
semuanya datang bersamaan.

Seakan kamu tidak bisa lagi berbuat apa-apa...

Lalu apa yang harus dilakukan?...
Jadilah seperti Rusa.
Biarkan semuanya berjalan apa adanya.

Lakukan sesuatu yang mampu kau lakukan!
Selebihnya serahkan kepada Allah.

Karena Allah yang mengatur jalan kehidupanmu...

Sahabat....
Sungguh Allah menyayangi hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu pada anaknya.

DIA lah yang akan menyelesaikan semua masalahmu dan menyembuhkan luka-lukamu.

Jangan berkata, Ya Allah aku memiliki masalah yang besar…

Tapi katakan, Hei masalah, aku memiliki Allah Yang Maha Besar!
__________________________
Semoga kita senantiasa diberikan Alloh kemudahan dalam segala hal dan Tetap istiqomah di jalanNya...
Barakallahu fiikum..

Sabtu, 12 Januari 2019

CERITA LAMA

Saya ingin berbagi dua cerita lama dan melihat bagaimana Anda akan memilih

"Cerita Pertama"
Sebuah Perusahaan memiliki tradisi mengadakan pesta setiap malam pergantian Tahun (Old & New) dan mengadakan Undian berhadiah ...

Aturan Undian, setiap Karyawan menyetor 10 Dolar sebagai dana, hingga dari 300 Karyawan terkumpulah Tiga Ribu Dolar. Yg beruntung akan mendapat semua uang yg terkumpul ...

Pada hari Undian, kantor dipenuhi suasana yg semarak; semua orang menuliskan namanya dikertas dan memasukkannya ke dalam Kotak Undian ...

Seorang pemuda ragu² utk menuliskan namanya ; menurutnya, orang yg paling pantas mendapatkan Hadiah Undian tsb adalah seorang ibu pembersih di perusahaan tersebut, yg anaknya baru² ini didiagnosa mengalami bocor Jantung, tapi dia tdk punya uang utk membayar biaya operasinya ...

Meski mengetahui bahwa hanya ada 1/300 kemungkinan nama yg ditulisnya terpilih, pria itu menulis nama ibu pembersih itu pada  kertasnya ...

Ketika saat yg menegangkan akan tiba, kertas² di Kotak Undian di-aduk² dan kotaknya di-kocok². Pria ini terus berdo'a dalam hatinya : 'Saya berharap nama ibu ini yg terpilih'
Boss perusahaan dg per-lahan² mengambil sebuah gulungan, membukanya dan dg suara yg lantang mengumumkan nama yg tertulis di kertas itu ...
Nama si ibu pembersih !
Kontan seisi ruangan Kantor itupun meledak dngn sorak sorai, ibu tersebut dg cepat maju utk menerima Hadiah Undian tersebut sambil menangis : "Saya sangat  beruntung ! Saya sangat  beruntung ! Dg uang ini, anakku punya harapan!"

Pesta dimulai, pria itu memikirkan *"Keajaiban ini"*, sambil berjalan ke Kotak Undian di depan . Diambil dan dibukanya sebuah gulungan kertas; dia lihat tulisan di atas kertas itu adalah nama si ibu pembersih Kantor! Pria ini sangat terkejut, lalu dia ambil dan buka lagi beberapa gulungan, ternyata meskipun tulisan tangannya ber-beda², namun nama yg tertulis semuanya sama , yaitu nama ibu pembersih Kantor tsb!  Mata pria inipun berlinang air mata , disadarinya *bahwa di Dunia ini memang benar memiliki KEAJAIBAN, namun keajaiban itu bukan jatuh dari Langit, melainkan KITA JUGALAH  YG HARUS MENCIPTAKANNYA...*

"Cerita kedua"
Suatu Siang, ketika sedang ber-jalan² dg seorang teman di pinggiran Kota, kami melihat seorang pria tua dg pakaian yg kumal berusaha menawarkan sayuran, namun sayuran² itu tampaknya seperti daun² yg mulai mengering, warnanya ke-kuning²an dan ber-lubang² bekas gigitan serangga. Teman saya,  tanpa mengatakan apapun , membeli tiga ikat sayuran sekaligus . Orang tua itu dg sangat menyesal  menjelaskan : "Sayuran ini adalah tanaman saya sendiri, hujan tdk turun beberapa waktu yg lalu hingga sayurannya mulai menguning, saya sangat menyesal"

Setelah kami berlalu, saya tanya teman saya : ''Apa kamu akan memakan sayuran ini dirumah ?

Teman saya berkata : Tidak, sayuran ini tdk bisa di makan lagi ...

Lantas kenapa kamu beli ???

Karena sayuran itu tdk akan dibeli oleh siapa pun juga. Jika saya tdk membelinya, orang tua itu mungkin tdk akan mendapat penghasilan apapun hari ini.

Sangat terkesan dg kebaikan hati teman ini, sayapun kembali ketempat orang tua itu dan membeli sisa sayurannya yg masih ada. Orang tua itu berkata dg  gembira,  "Saya menjual semua sayuran saya sampai tak bersisa hari ini ... Terima kasih atas pembelian Anda ... "

Walaupun sayur yg dibeli tdk bisa utk dimakan, saya memetik satu pelajaran yg berharga.
. . . . . . . . . . . . . . . . .
*Ketika sedang berada di titik terendah dalam hidup ini, kita menginginkan sebuah KARUNIA, sebuah Keajaiban atas diri kita.*

Namun ketika kita *MAMPU, apakah kita bersedia menjadi siPEMBUAT KARUNIA KEAJAIBAN ITU?*

*ALANGKAH BAHAGIA NYA KITA BISA BERBAGI*

Anda telah selesai membaca artikel ini. Anda memiliki dua pilihan :

1 ) Abaikan sama sekali, anggap Anda tdk pernah membaca artikel ini ...

2 ) *Teruskan ke Group dan teman Anda, dg demikian kita telah bantu menyalurkan berkat bagi orang yg sedang sangat membutuhkannya*

Saya pilih utk meneruskan, 

*Anda juga bukan ?*👌

Jumat, 11 Januari 2019

Merasa Benar di Tempat yang Salah

Ijin share *Artikel yang bagus.* Kenapa susah mengubah persepsi seseorang terhadap objek yang dinilainya.....

https://www.ted.com/talks/julia_galef_why_you_think_you_re_right_even_if_you_re_wrong/up-next#t-650211

*MENGAPA ORANG TETAP MERASA BENAR WALAUPUN SEJATINYA SALAH ?*

Pada tahun 1894, sebuah surat yang telah disobek- sobek ditemukan di keranjang sampah oleh staf dari seorang Jenderal Prancis. Maka dilakukanlah investegasi besar2an untuk mengetahui siapa yang lewat bukti surat itu telah menjual rahasia militer Perancis ke pihak Jerman. Dan kecurigaan kebanyakan orang mengarah pada *Letkol. Alfred Dreyfus*.

Dreyfus tidak punya track record yang tercela, tidak juga punya motif untuk melakukan pengkhianatan. Cuman ada dua hal yang dapat membuat kecurigaan terhadap Dreyfus. Pertama, tulisannya mirip dengan surat yang ditemukan, dan lebih parah lagi, dia satu2nya pejabat militer yang beragama Yahudi. Waktu itu, Militer Perancis dikenal anti Yahudi.

Lalu rumah Dreyfus digeledah, mereka tidak menemukan bukti apa pun. Tapi ini pun malah dianggap sebagai bukti betapa liciknya Dreyfus. Tidak hanya berkhianat, dia juga degan sengaja menghilangkan semua bukti. Lalu mereka memeriksa personal history-nya, bahkan menginterview guru sekolahnya. Ditemukan dia sangat cerdas, menguasai 4 bahasa, dan punya memori yg sangat tajam. Maka ini pun dianggap sebagai "bukti" bahwa Dreyfus punya motif dan skill untuk kerja pada agen intelijen asing. Bukankah memang agen intelijen harus punya 3 skill itu? Benarkan?

Maka Dreyfus diajukan ke pengadilan militer, dan dinyatakan bersalah. Di depan publik, lencananya dilucuti, kancing baju dicabut, pedang militernya dipatahkan. Peristiwa ini dikenang sebagai "Degradation of Dreyfus". Saat diarak oleh massa yang menghujat dia, Dreyfus teriak, "Saya bersumpah saya tidak bersalah, saya masih layak untuk mengabdi pada negara, Hidup Perancis. Hidup Angkatan Darat". Tapi semua orang sudah tidak peduli dengan teriakannya, dan Akhirnya dia divonis penjara seumur hidup di Devil's Island, pada tanggal 5 Januari 1895.

Mengapa serombongan orang pintar dan berkuasa di Perancis waktu itu begitu yakin bahwa Dreyfus bersalah? Dugaan bahwa Dreyfus memang sengaja dijebak, ternyata keliru. Para sejarawan meyakini bahwa Dreyfus tidak dijebak, dia hanya menjadi korban dari sebuah fenomena yang disebut *"MOTIVATED REASONING"*. Yaitu sebuah penalaran yang nampak sangat logis dan rasional, padahal semua itu hanyalah upaya mencari PEMBENARAN atas suatu ide yang telah diyakini sebelumnya. Tujuannya? termotivasi untuk membela atau menyerang ide tertentu, bukan mencari KEBENARAN secara jernih, dari pihak mana pun kebenaran itu berasal.

Maka kalau *orang sudah mengeras sikapnya untuk sangat pro/anti partai politik tertentu*, atau sudah terlanjur gandrung/benci sama seseorang, maka orang akan cenderung mengalami "motivated reasoning" ini. *Apa pun pendapat orang lain yang dianggap musuh akan nampak salah di pikiran "rasional".* Karena memang itulah hebatnya otak, selalu bisa menemukan alasan rasional kenapa mereka salah, dan saya benar. Orang akan bisa mencari 1000 bukti yang membenarkan sikap itu. Bahkan hal2 yang sifatnya netral tiba2 jadi nampak sebagai "bukti" dari kebenaran sikap ini.

Kalau hati sudah dikuasai oleh cinta atau benci, dan berketetapan, pokoknya saya pro ini, anti itu, kita akan cenderung meyakini kebenaran segala pendapat yang mendukung pendapat kita, dan mengabaiakan segala argumen yang berlawanan dengan keyakinan kita. Kita jadi kehilangan akal sehat yang adil dan proporsional dalam menyikapi segala hal. Para psikolog menyebut kesesatan pikir yang mewabah akhir2 ini: *CONFIRMATION BIAS*.

Fenomena confirmation bias dan motivated reasoning ini sudah sangat jamak ditemukan di sekitar kita, bahkan kadang kita pun ikut jadi pelaku utamanya. Karena hampir semua dari kita telah mengambil sikap untuk memilih partai tertentu, suka tokoh tertentu, punya agama/madzhab tertentu, bahkan mungkin menjadi anggota fanatik supporter klub sepak bola tertentu. Semua ini telah menjadikan kita secara otomatis mudah sekali terjebak dalam 2 kesesatan pikir di atas.

By the way, bagaimana dengan nasib Dreyfus? Adalah Colonel Georges Picquart, yang walaupun dia juga anti Yahudi, mulai berpikir, bagaimana jika memang Dreyfus tidak bersalah? bagaimana jika karena salah tangkap, penjahat sebenarnya masih berkeliaran dan terus membocorkan rahasia militer Perancis pada Jerman? Kebetulan dia menemukan ada pejabat militer lain yang tulisan tangannya lebih mirip dengan surat yang ditemukan, dibanding tulisan Dreyfus. Singkat cerita, atas perjuangan Colonel Picquard, Dreyfus baru dinyatakan tidak bersalah 11 TAHUN kemudian.

Yang paling menakutkan dari Motivated Reasoning & Confirmation Bias ini adalah, pelakunya seringkali tidak menyadari dan membela pendapatnya mati2an sambil menghujat pendapat lain yang berbeda, sehingga efeknya terjadi perang mulut, bahkan di beberapa negara, terjadi  genocida, dan perang saudara.

Maka bagaimana caranya agar kita bisa berpikir lebih adil dan jernih?
Bagaimana agar kita selamat dari 2 sesat pikir di atas? agar kita bisa membuat prediksi yang akurat, membuat keputusan yang tepat, atau sekedar membuat good judgement?

Menariknya, ini tidak berkaitan dengan seberapa pintar atau seberapa tinggi IQ kita atau gelar akademis kita. Kata para ahli tentang "good judgment", ini justru berkaitan erat dengan bagaimana anda "merasa" (how you feel). Berikut beberapa Tips untuk memiliki "penilaian yang jernih" :

1. Jangan Terlalu Emosional. Semakin kita emosional, semakin kita termotivasi untuk menyeleksi kebenaran. Semua argumen yang berlawanan akan cenderung kita abaikan. Sementara hoax-pun, asal cocok dengan selera kita akan buru2 kita yakini kebenarannya.

2. Pertahankan rasa Ingin tahu (Curiosity). Rasa penasaran ingin tahu ini akan membuat kita lebih ingin mengecek argumentasi dari dua kubu. Tidak cepat puas buru2 meyakini segala informasi yang masuk.

3. Milikilah hati dan pikiran yang terbuka (Open-Mind & Open-Heart). dengan begini kita akan cenderung mau mendengarkan dan berempati atas posisi masing2 dari dua kubu yang berseteru. Jangan menutup diri hanya mau menerima informasi dari pihak yang pro sama kita, dan langsung mencurigai, bahkan menolak berita dari semua yang kita anggap pro lawan kita.

4. Jadilah orang yang Independen (grounded). Jangan mudah anut grubyuk ikut2an pendapat seseorang atau satu kelompok. Jangan letakkan harga diri kita berdasarkan omongan orang lain tentang kita. Silahkan pro ini atau anti itu. Tapi jangan overdosis, sampai menganggap segala hal yang dari pihak kita pasti benar dan segala hal yang dari pihak lawan pasti salah.

5. Milikilah kerendahan hati (Humbleness) bahwa memang kita punya keyakinan tertentu tentang segala hal (politik, aliran pemikiran, dll) tapi dengarkan dengan empatik juga pendapat2 yang berlawanan dengan kita. Dan jika bukti2 menunjukkan kita memang salah, jangan sungkan2 untuk mengakui dan minta maaf.

Kesimpulannya, menurut Julia Galef, yg ceramahnya di TEDX mendasari tulisan ini:

*"Untuk memiliki good judgment (penilaian yang jernih), khususnya untuk hal2 yang kontroversial, kita tidak terlalu membutuhkan kepintaran atau analisa yang canggih, tapi kita lebih membutuhkan kedewasaan psikologis dan pengelolaan emosi yang baik"*

Jadi apa yang paling kita inginkan?
Apakah membela mati2an pendapat subyektif kita?
Ataukah ingin melihat dunia dengan mata hati sejernih mungkin?
Memilih yang benar itu benar dan mengikutinya dalam hidup ?

Source : https://ideas.ted.com/why-you-think-youre-right-even-when-youre-wrong/amp/

Rabu, 02 Januari 2019

Detik detik berakhirnya negara kesatuan RI

*MENYAKSIKAN DETIK-DETIK BERAKHIRNYA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA*

By.Bambang Tri Muljanto,
Mantan Dir. KITSDA: Direktorat Jenderal Pajak:

"Saya mengamati dengan kagum sebuah perusahaan PMA dari RRC yang menginvestasikan puluhan triliun rupiah uangnya di suatu wilayah masih perawan (baca: tanpa infrastruktur) di “pinggang” pulau Sulawesi.

Perusahaan ini membangun infrastruktur sendiri mulai dari dermaga, jalan, tanur-tanur peleburan, power plants, area penimbunan bahan baku dan barang hasil produksi, instalasi pengolahan air bersih dan ekstraksi oksigen dari air laut, asrama pegawai, rumah sakit dan infrastruktur lainnya, yang diperlukan untuk melakukan kegiatan usaha peleburan bijih nikel yang ditambang dari ratusan ribu hektar areal penambangan yg mereka kuasai.

I also admire more than 5000 employees, both blue and white collars, who diligently and productively (just not to say militantly) work for the company in the middle of nowhere. Most of them, more than 95 percent, are Republic of China Nationals. Only a small number of employees are Indonesians.

Setelah mengagumi kehebatan semangat para pencari uang itu, saya lalu bertanya pada diri sendiri: “Apa ya kira kira yang didapat oleh rakyat Indonesia, pemilik asli dari sumberdaya alam Indonesia, dari kegiatan PMA itu?”

– Apakah lapangan pekerjaan (biasanya perusahaan PMA dari Jepang, Eropah dan Amerika menawarkan banyak lapangan kerja kepada buruh Indonesia yang relatif murah)? Jawabnya: Jelas Tidak, karena 95 persen lebih pegawai perusahaan itu DIDATANGKAN dari China.

– Pajak, kah yang diperoleh? Yuk kita lihat sama sama:
1. Corporate Income Tax?… kayaknya sangat kecil atau nihil, atau malahan lebih bayar; kenapa? karena perusahaan mendapat berbagai fasilitas kemudahan penanaman modal termasuk investment allowance dan pembebasan pajak-pajak atas impor, sementara itu Credit Withholding taxes justru refundable.

2. Payroll Taxes?… enggak juga, karena warga RRC yang bekerja di perusahaan itu digaji sebesar PTKP Indonesia dalam bentuk biaya hidup dan akomodasi yang disediakan oleh perusahaan plus sedikit uang saku, sedangkan hak gaji yang lebih besar dibayarkan kepada keluarganya di RRC (DJP tidak bisa mengakses data ini).

3. VAT?… enggak lah ya, perusahaan ini justru kerjaannya minta restitusi PPN karena semua produksinya diekspor ke RRC.

4. PBB?… mungkin ini satu satunya pajak yang mereka bayar, lalu berapa besarnya?

– Royalty yang dibayarkan kepada pemerintah atas hak penambangan?… saya rasa ini juga dibayar oleh PMA ini; tapi berapa besarnya?… Nobody knows, karena semua informasi tentang volume kegiatan penambangan, smelting dan ekspor nikel yang tahu hanya perusahaan PMA itu sendiri.

Pihak pemerintah Indonesia sepenglihatan saya, tidak “hadir” di lokasi untuk mengawasi semua kegiatan pada setiap saat, sehingga tidak bakal tahu berapa sesungguhnya kekayaan Indonesia yang telah dikeruk.
Ibaratnya, kalau perusahaan PMA itu membeli nikel dari pemerintah Indonesia, perusahaan itu dipersilakan mengambil sendiri dan membayar sesuai yang dia mau; enak betul, ya…

– Payment in any other forms?… could be, but only God knows…
– Multiplier Effect?… mungkin ada  pasti tidak besar; semua bahan untuk membangun infrastruktur dan operasional perusahaan, sejauh dimungkinkan, menggunakan produk dan teknologi China dan jasa subkontraktor juga didatangkan dari negeri yang sama. Jadi kalaupun ada multiplier effect, akan lebih banyak terjadi di China, bukan di Indonesia.

Walhasil kekaguman saya disaat mengamati kehebatan warga RRC dalam kasus di atas, tiba tiba berubah menjadi kedongkolan luarbiasa, yaitu ketika saya melihat dari sisi Indonesia sebagai pemilik sumberdaya alam. “Kebaikan hati” pemerintah yang menyambut investor dengan karpet merah, untuk mengeruk SDA milik kita Bangsa Indonesia for only little compensation itu telah membuat saya marah.!!!

SADARKAH KITA?

1. Awalnya *Kerjasama usaha*…(done).

2. Masuk tenaga kerja china sebanyak banyaknya di PT PMA…(done).

3. Lalu bikin “Keamanan” sendiri..pribumi sulit masuk. (done).

4. Bikin Daerah/ kavlingTerbatas sendiri…pribumi sulit kontrol (done).

5. Lalu boleh mendirikan Ormas asing, bikin pasukkan/ Satgas sendiri… (on progress).

6. Lalu Asing boleh beli Property n Tanah sendiri… lalu dpt ktp dan hak ikut pemilu (done).

7. Selanjutnya lagi digodok boleh Dwi kewarganegaraan negaraan… (on progress).

8. Acuan mata Uang di alihkan ke mata uang china. (on progress).

9. Dan terus bikin Partai sendiri… (on progress).

10. Next ikut Pemilu, dibanjiri uang. Menang! (on progress).

11. Presiden Asing… (on progress)

12. Awal “Penjajahan” dimulai. UUD banyak dirubah. Karena kekuasaan mutlak ada di Presiden…(on progress).

13. Peperangan dan perpecahan akhirnya menjadi reality… (target).

14. End of Republic…(End).

15. AKHIR ZAMAN (mutlak)

Pejabat sibuk memperkaya diri....wakil kt di DPR juga ga keliatan gaungnya...
😩😭😩

Generasi muda hanya sibuk dg gadgetnya... sibuk mengagumi boy band korea.. nongkrong ngopi2..  ga mau mereka fikirkan negara ini ke depan 
😰😪😪

Ini fakta didepan mata.. bukan hoax.. saksi dan bukti sdh banyak..

Semoga ini jadi peringatan kita bagaimana kita mengambil sikap tahun 2019....