Kamis, 19 Desember 2019

Dahsyat Nya ?.....

*Assalamualaikum, Dahsyat nya bacaan *"BACAAN ATTAHIYYAT ADALAH DIALOG ANTARA RASULULLAH . DENGAN ALLAH Subhana Wa Ta'ala"*    di Sidratul Muntaha ketika terjadi peristiwa Isra Mi'raj.

*1. Seandainya kita mengetahui bahwa
      sebagian dari bacaan shalat itu adalah
      dialog antara Rasulullah  dengan Allah
      Azza wajalla, tentu kita tidak akan
      terburu-buru melakukannya...

* Allahu Akbar, ternyata bacaan shalat itu dapat
   membuat kita seperti berada di syurga...

* Mari kita camkan dan renungkan kisah
   berikut ini, tentu akan berlinang air mata kita,
   masya Allah...*
                                                                 
*2. Singkat cerita, pada malam itu Jibril As. mengantarkan Rasulullah Saw naik ke Sidratul Muntaha. Namun karena Jibril As tidak diperkenankan untuk mencapai Sidratul Muntaha, maka Jibril As pun mengatakan kepada Rasulullah  untuk melanjutkan perjalanannya sendiri tanpa dirinya...

*3. Rasulullah  melanjutkan perjalanan perlahan sambil terkagum-kagum melihat indahnya istana Allah  hingga tiba di Arsy...

* Setelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya Rasulullah
berhadapan dan berbincang secara langsung dengan Allah Azza wa Jalla...

* Bayangkanlah betapa indah dan luar biasa dahsyatnya moment ini, Masya Allah..*

*4. Percakapan antara Nabi Muhammad Rasulullah dengan Allah Subhanahu Wata'ala 

*(1). Rasulullah -pun mendekat dan memberi salam penghormatan kepada Allah  :
* Attahiyyatul mubarokaatush shalawatuth
   thayyibaatulillah*= Semua ucapan
   penghormatan, pengagungan dan pujian hanyalah milik Allah".

*(2). Kemudian Allah  menjawab sapaannya 
* Assalamu 'alaika ayyuhan Nabiyyu
   warahmatullahi wa barakaatuh
* Segala pemeliharaan dan pertolongan Allah
   untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat Allah dan segala karunia-Nya".

*(3). Mendapatkan jawaban seperti ini,
 Rasulullah Saw tidak merasa jumawa atau
berbesar diri, justru beliau tidak lupa dengan umatnya, ini yang membuat kita
sangat terharu.

* Beliau menjawab dengan ucapan :*
* Assalaamu 'alaina wa 'alaa 'ibadillahish 
   shalihiin"*= *Semoga perlindungan dan
   pemeliharaan diberikan kepada kami dan semua hamba Allah yang shalih"

* Bacalah percakapan mulia itu sekali lagi, itu adalah percakapan Sang Khaliq dan
hamba-NYA, Sang Pencipta dan ciptaan-NYA
   dan beliau saling menghormati satu sama lain, menghargai satu sama lain, dan lihat 
   Betapa Rasulullah  mencintai kita
   umatnya, bahkan beliau tidak lupa dengan kita ketika beliau di hadapan Allah ..."

* (4). Melihat peristiwa ini, para Malaikat yang
menyaksikan dari luar Sidratul Muntaha tergetar dan terkagum-kagum betapa Rahman dan Rahimnya Allah , betapa mulianya Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam  ...

*Kemudian para Malaikat-pun mengucap dengan penuh keyakinan :

*Asyhadu Allaa ilaaha illallah, wa asy hadu
  anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu* = *Kami
  bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan kami bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba Allah dan Rasul Allah".*

*5. Jadilah rangkaian percakapan dalam
       peristiwa ini menjadi suatu bacaan dalam shalat yaitu pada posisi Tahiyat Awal dan Akhir, yang kita ikuti dengan shalawat kepada Nabi sebagai sanjungan seorang individu yang menyayangi  umatnya.
* Mungkin sebelumnya kita tidak terpikirkan  arti dan makna kalimat dalam bacaan ini.*
* Semoga dengan penjelasan singkat ini kita dapat lebih meresapi makna shalat kita.

 Sehingga kita dapat merasakan getaran yang
 dirasakan oleh para Malaikat disaat peristiwa itu...
* Semoga bermanfaat untuk menambah
   kekhusyu'an shalat kita. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.*

6. Pesan : 
*Jangan pernah tinggalkan shalat karena didalam kubur banyak jutaan manusia yang
   minta dihidupkan kembali hanya untuk
   beribadah kepada Allah 
 *Sesibuk apapun kita jangan pernah
   tinggalkan shalat*
Sumber : Kitab Qissotul Mi'raj.

7.  Sekarang anda memiliki dua pilihan :
*(1). Membiarkan sedikit pengetahuan ini Hanya dibaca disini.
*(2). Membagikan pengetahuan ini In syaa Allah bermanfaat dan akan menjadi
pahala bagimu. Aamiin..*

Semoga bermanfaat.
*Wassalam*

Senin, 16 Desember 2019

KEKASIH ALLAH

Maaf  numpang share...
Pengingat buat diri sendiri...semoga bermanfaat buat yg lain...🙏🤲



*PARA MANUSIA LANGIT* 


Kenalan saya, *seorang Perencana Keuangan di Jakarta* punya *banyak Klien* dari *kalangan Artis*. Dia cerita, waktu itu *pernah dicurhati seorang Artis* yang tiap hari nongol di Televisi, terkenal dimana-mana, *tetapi buat bayar cicilan mobil 5 juta saja tidak punya*.
Gaya hidup akhirnya meremukkan hidupnya..

*Saya pernah kenal seorang Presenter TV Nasional..*
Klo sedang tampil rapi, pakai jas rapi sekali. Hanya sekali ketemu di Seminar, dia minta nomer HP.
*Sebulan kemudian dia SMS, "Mas, saya pinjam uangnya 1 juta bisa" ?* Minggu depan saya kembalikan.."

Tahun 2009 malah ada *Vokalis Band terkenal,* saya kenal sejak 2003. Ketika dulu masih kerja di EO, sering saya ketemu waktu saya jadi stage manager.
*Lagunya ngehits di semua Radio.*
Satu sore ngajak ketemu, *Ujung-ujungnya pinjam uang dengan alasan ini itu*.
Dan sampai hari ini tidak pernah dikembalikan hingga tahun-tahun berlalu.

*Kisah Ustad Luqmanul Hakim gak kalah unik..* Waktu masih kuliah S2 di Malaysia, dia diundang makan di sebuah Restoran mewah oleh salah satu kawannya. *Ustad Luqman bahkan diminta memindahkan parkiran Motor bututnya agar tidak menggangu pemandangan di halaman depannya*.
Usai makan, kawannya justru curhat dan minta nasehat, *sambil menunjuk Mobil mewah di halaman depan yang sudah 6 bulan cicilannya belum terbayar..*

*Betul kan, rezeki dari Allah itu pasti cukup untuk hidup*, tapi tak akan cukup *untuk gaya hidup..*

Ada lagi *kisah seorang Ibu tua dengan kain jarik* datang ke sebuah Masjid usai Jumatan..
Panitia dan Takmir sedang berkumpul sambil duduk menghitung uang hasil Infaq Jamaah hari itu. 

Ketika Ibu itu datang dengan baju sangat biasa dan berkain jarik, *salah seorang dari mereka berdiri,* mendekati Ibu itu sambil berkata, *"Maaf Ibu, disini tidak memberikan sumbangan.."*

Ibu itu membuka lipatan kain jariknya, *mengeluarkan uang berwarna merah, biru,* merah, biru, merah, biru yang berlembar-lembar banyaknya, sambil berkata:
*Maaf, Nak, saya mau ikut bersedekah untuk pembangunan Masjid ini.* Ini uangnya mohon diterima.."

Jleebb...  *Seketika para Takmir itu menunduk, tak ada yang berani memandang wajah Ibu itu..*
Salah tingkah dan menahan malu...

*Tulisan dari Ustad Salim A. Fillah* ini juga menarik, menahan nafas membacanya, tertulis dalam bukunya *"Barakallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta"*

Suatu malam, *Ustadz Muhammad Nazhif Masykur* berkunjung ke rumah.
Setelah membicarakan beberapa hal, Beliau bercerita tentang *Tukang Becak di sebuah kota di Jawa Timur.*
Ustadz Salim melanjutkan, “Ini baru cerita, kata saya.
Yang saya catat adalah, "Pernyataan misi hidup Tukang Becak itu, yakni: *"Jangan pernah menyakiti* dan *Hati-hati memberi makan istri".*
“Antum pasti tanya,” kembali Salim melanjutkan ceritanya sembari menirukan kata-kata Ustadz Muhammad.

"Tukang Becak macam apakah ini, sehingga punya mission statement segala ?".
Saya juga takjub dan berulang kali berseru, *“Subhanallah,” mendengar kisah hidup Bapak berusia 55 tahun ini..*

Tukang becak ini *Hafidz Qira’at Sab’ah !* 
Beliau menghafal Al-Qur’an lengkap dengan tujuh lagu qira’at seperti saat ia diturunkan : 
*Qira’at Imam Hafsh, Imam Warasy,* dan lainnya.
Dua kalimat itu sederhana, tetapi bayangkanlah sulitnya mewujudkan hal itu bagi kita.

*Jangan pernah menyakiti*.
Dalam tafsir beliau di antaranya adalah "soal tarif becaknya". 
*"Jangan sampai ada yang menawar"*, karena menawar menunjukkan *ketidakrelaan* dan *ketersakitan.*

Misalnya ada yang berkata, *“Pak, Terminal Rp 5.000 ya."*
Lalu dijawab,“Waduh, enggak bisa, Rp 7.000 Mbak."
*Itu namanya sudah menyakiti*.
Makanya, beliau tak pernah pasang tarif.

*“Pak, terminal Rp 5.000 ya.”* Jawabnya pasti *OK.* “Pak, terminal *Rp 3.000 ya."*
Jawabnya juga *OK.* Bahkan kalau, “Pak, terminal *Rp 1.000 ya.”* Jawabnya juga sama, *OK.*
Gusti Allah, manusia macam apa ini ?

Kalimat kedua, *"Hati-hai memberi makan Istri"* Artinya, Sang Istri *hanya akan makan dari keringat* dan *Becak tuanya*. Rumahnya berdinding gedek. *Istrinya berjualan gorengan*. 
Stop ! Jangan dikira beliau tidak bisa mengambil yang lebih dari itu.
Harap tahu, *Putra Beliau dua orang Hafidz Al-Qur’an semua.* 
Salah satunya sudah menjadi Dosen terkenal *di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Jakarta.* 
Adiknya, tak kalah sukses. *Pejabat strategis di Pemerintah*.

Uniknya, saat pulang, *anak-anak sukses ini tak berani berpenampilan mewah*.
Mobil ditinggal beberapa blok dari Rumah. 

*Semua aksesoris, seperti arloji* dan *handphone dilucuti.*
Bahkan, *baju parlente diganti kaus oblong* dan *celana sederhana*. 
*Ini Adab* dan *Tata Krama..*

Sudah berulang kali *Sang Putra mencoba meminta Bapak* dan *Ibunya ikut ke Jakarta,* tetapi tidak pernah tersampaikan.

Setiap kali akan bicara, *serasa tercekat di tenggorokan*, lalu mereka *hanya bisa menangis*. 

Menangis, *Sang Bapak selalu bercerita tentang kebahagiaannya*, dan *dia mempersilakan Putra-Putranya menikmati kebahagiaan mereka sendiri..*

Ustadz Salim melanjutkan, *“Waktu saya ceritakan ini pada Istri di Gedung Bedah Sentral RSUP Dr. Sardjito* keesokan harinya, *kami menangis..*

Ada banyak Kekasih Allah yang tak kita kenal !

Ah, benar sekali : *Banyak Kekasih Allah* dan *"Manusia Langit" yang tidak kita kenal.* tukas Ustad Salim A Fillah.

*Kawanku*, hari terus berganti, Matahari datang Pagi ini, dan menghilang Sore nanti.

*Usia kita terus bertambah*, tanpa sadar banyak hal yang begitu saja kita lewatkan *hanya untuk mengejar dunia yang sementara.* 

*Padahal esok pada waktunya*, kita semua saat pulang *ternyata hanya dibungkus kain kafan tak bersaku..*
Tak ada bekal uang yang berlaku..

*Semua harta* yang selama ini kita kejar habis-habisan, *ternyata semu belaka..*

*Pangkat, Jabatan, Kemewahan* yang selama ini dibanggakan, *akan berakhir ditimbun tanah Kuburan.*

*Banyak orang* yang mengejar label kaya dengan *menggadaikan dunianya..*
*Harga diri sudah musnah entah kemana..*

*Sementara, banyak orang yang diam-diam ternyata kaya raya*, dan *lebih suka mencari muka hanya pada Tuhannya..*
Benar kata kawan saya Mas Arief Budiman, 
*"Orang kaya adalah orang yang selalu merasa cukup, sehingga dia terus berbagi*

*"Orang miskin adalah orang yang selalu merasa kurang".*

*SAAT maut menyapa,* yang kita bawa hanya *Amaliyah..*

Adapun *harta* hanya akan membuat pertanyaan di *Padang Mahsyar* kian berat..

Semoga ALLAH menolong kita..

Aamiin YRA

Rabu, 11 Desember 2019

cantik dan Jelek Sama Saja

Punya makanan enak berbagai macam, tetap saja yg dapat kita nikmati hanya sebatas isi perut.

Punya mobil banyak berjejer, tetap saja hanya satu mobil yang dapat kita pakai bepergian.

Punya rumah luas dan mewah, tetap saja hanya sepetak kamar yg kita perlukan untuk istirahat.

Punya baju di lemari berbagai model, tetap saja hanya sepasang yg dapat kita pakai.

Inilah kenikmatan dan kesenangan dunia,
Semua terbatas, semua sementara, semua tak ada yg abadi.

Pangkat, jabatan, popularitas, dan semua kemewahan yg melekat pada diri kita pada masanya pasti kita tinggalkan

Dan pada akhirnya kita semua sama...

Saat usia 60 tahun.."CANTIK DAN JELEK, SAMA SAJA". Karena tak peduli seberapa cantiknya Anda,  di usia itu kerutan, darkspot, kulit kendur, tak bisa terus anda sembunyikan meski anda tutupi dengan Gincu dan Bedak

Saat usia 70 tahun "POSISI ATASAN DAN BAWAHAN, SAMA SAJA". Karena setelah semua Pensiun, tak ada lagi Boss atau Bawahan

SA'AT usia 80 tahun "RUMAH BESAR DAN KECIL, SAMA SAJA". Karena tulang sendi lutut dan kaki semakin renta, semakin sulit untuk bisa bergerak;  sekarang Anda cuma butuh ruang kecil untuk bisa duduk.

SA'AT usia 90 tahun (jika masih hidup) "PUNYA MAKAN ENAK DAN MAKANAN BIASA, SAMA SAJA" Karena saat itu Anda tak lagi bisa menikmati Steak yang lezat, gulai, rendang, dll, karena gigi mulai copot, makan banyak pantangannya, perut tak lagi bisa dimasuki banyak Makanan, Lidah sudah tak punya rasa, dan Anda tak bisa lagi ke tempat dimana Anda bisa menghabiskan Uang Anda selain lbh memilih duduk di rumah.

Dan saat AJAL TIBA "KAYA DAN MISKIN, SAMA SAJA". Karena tak satupun dari harta benda yg kita miliki dapat kita bawa, Anda hanya akan memakai Kain Kafan dan tidur beralaskan tanah dgn ukurannya yang sama;  

Oleh karena itu,  semasa Hidup, jangan sombong atas apa yang kita MILIKI, karena kita akan berakhir SAMA, dan JANGAN Terlalu lalai Mengejar Dunia, karena PADA AKHIRNYA  Anda tak membawa APA-APA_

Kecuali hanya amal Kebaikan yang akan kita bawa di Akhirat nanti

Senin, 09 Desember 2019

meng olok olok Nabi

*🔰⛓Kisah Munafik di zaman Nabi*

Dahulu Di belakang Nabi, orang munafiq mengata-ngatai  bahwa nabi si perut buncit dan pengecut, lalu ketika berita ini sampai ke Nabi, maka orang munafik mendatangi nabi mengklarifikasi ucapannya bahwa itu sekedar guyonan dan candaan untuk mengusir lelah di saat safar...

Maka Allah langsung turunkan ayatnya dari langit, menyuruh nabi menjawab:

 ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ 

 *Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"*

لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ ۚ

 *Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman*. — Surat At-Taubah Ayat 66

Dan sekarang kita juga bisa lihat orang2 dizaman saat ini yang katanya kyai/Gus/Ustadz atau apalah julukannya yang menghina dan melecehkan nabi dengan julukan2 yang tidak layak diucapkan oleh seorang yang mengaku sebagai ahlu sunnah... 

*apa yakin anda ahlu sunnah?*

*Atau Justru anda seperti orang2 Munafik yg seperti riwayat diatas?*
_______________
📚 Sumber:
● Al Iman

🚫✋🏼 Raihlah kebahagiaan dunia dan akhirat melalui majelis ilmu syar'i(Tempat Pengajian). Jangan mencukupkan mengambil ilmu dari internet sehingga lalai menghadiri majelis ilmu.

 ➖➖➿❁✿❁➿➖➖
♻️ Free Repost & Share
📍Us Follow ⤵️⤵️
_______________
🔘 Telegram :
https://t.me/AssunnahTulungagung
◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎
●═══════❁📚❁═══════●

Minggu, 08 Desember 2019

Halaman Yang Hilang

*LEMBARAN YANG HILANG !!!*

Seorang guru bertanya kepada muridnya tentang pelajaran sejarah dunia,

"Nak, siapakah Barack Obama itu?"
"Penjual es krim, Pak."

Guru tersebut terkejut mendengar jawabannya. Ia bertanya sekali lagi, si murid tetap memberi jawaban yang sama. Ia kembali mengulang,

"Nak, bukankah biografi Barack Obama ada di buku paket. Apa kamu sudah membacanya?"

"Sudah, Pak. Barack Obama adalah penjual es krim!"

Sang guru semakin emosi mendengar jawaban seperti itu. Ia perintahkan si murid mengeluarkan buku paket miliknya, dan membuka halaman tentang Obama.

Pada buku si murid, biografi Obama hanya ada satu halaman. Kisah hidup Obama berhenti pada saat masih remaja, di usia 16 tahun ia memperoleh pekerjaan sebagai pelayan kedai es krim di kota Honolulu, negara bagian Hawaii.

Guru tersebut menyadari ternyata pada buku si murid, halaman kedua hilang.

Mungkin tersobek tidak sengaja, atau bisa jadi salah cetak. Pantas ia tidak tahu kelanjutan sejarah hidup Obama hingga menduduki kursi presiden ke-44 di Amerika.

Guru tersebut benar, ketika ia menganggap bahwa Barack Obama adalah presiden. Karena kenyataannya memang demikian.

Tetapi muridnya juga benar karena sejauh yang ia baca, Obama adalah penjual es krim. 

*Jadi dalam cerita tersebut keduanya sama-sama benar. Lalu mengapa terjadi perselisihan ?*
Karena sang guru tidak menyadari bahwa ada halaman yang hilang. Begitu ia tahu, akhirnya ia memaklumi jawaban murid tersebut. 

Apa yang terjadi dalam kehidupan kita sejatinya juga serupa dengan kisah ini.

*Hampir semua perbedaan pendapat antara dua orang, sebenarnya hanya disebabkan karena adanya "halaman yang hilang", adanya perbedaan pengetahuan & pemahaman.*

*Saat seorang suami berselisih dengan istrinya, redamlah dulu emosi. Sebab yang perlu kita cari tahu adalah di mana "halaman yang hilang" itu.*

*Ketika orang tua berseberangan dengan anaknya, carilah dulu "halaman yang hilang" tersebut. Bukan langsung melampiaskan kemarahan kepada anak.*

*Karena dalam perbedaan pendapat bukan berarti ada yang benar dan ada yang salah. Bisa jadi kedua pendapat benar. Namun menjadi berbeda, karena ada "halaman yang hilang" di antara keduanya.*

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ 

"Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah."
(Surat Shad ayat 26)
_Yaa Allah..._
_Yaa Rahman..._
_Yaa Rahim..._

_Bila hari ini masih menjadi bagian hidup kami..._
*Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk menjalaninya...*

_Bila kelopak mata kami masih dapat terbuka..._
*Bimbinglah penglihatan kami untuk senantiasa melihat kebaikan dan kebenaran...*

_Bila mulut kami masih diizinkan berucap..._
*Tuntunlah agar senantiasa mengatakan kejujuran...*

_Bila kaki kami masih diberi kemampuan untuk melangkah..._
*Hantarkanlah ke tempat tempat yang menjadi ibadah kami...*

_Bila tangan kami masih dapat digerakkan..._
*Gerakkanlah untuk memberikan kebaikan  bagi orang lain...*

_Bila Matahari masih diperkenankan menyentuh  raga ini..._
*Sempurnakanlah cahaya-nya di pagi hari untuk menyehatkan  tubuh kami...*

_Bila udara masih menjadi bagian dari nafas kami..._
*Lapangkanlah rongga dada ini untuk menghirupnya...*

_Bila dari rezeki yang diturunkan di muka bumi ini masih ada bagian haq kami..._
*Datangkanlah dalam jumlah yang banyak bagi kami, yang _halalan thoyiban_ dari segala arah...*
*Agar kami dapat memberi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan...*

_Yaa Allah..._
_Yaa Rabb..._

_Bila keluarga dan saudara-2ku disini masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami..._
*Jadikanlah mereka sebagai warna-warni yang penuh keindahan, penuh kasih sayang, rukun dan damai selalu...*

_Angkat dan hilangkanlah segala penyakit keluarga dan saudara-2ku ini..._
*Gantikanlah dgn kesehatan yang sempurna...*

_Serta berikanlah  sisa usia yang penuh manfaat dan barokah..._

_Yaa Allah..._

*“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.”*
https://t.me/joinchat/AAAAAEBaFHlvgAbKPP8V0g
•┈┈┈•❀❁❦🌷✨💜✨🌷❦❁❀•┈┈┈•

Sabtu, 07 Desember 2019

BADAI PASTI BERLALU

"JANGAN BERHENTI DI TENGAH BADAI "

Seorang Anak mengemudikan mobilnya bersama ibunya.
Setelah beberapa puluh kilometer, Tiba² awan hitam datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti.

“BAGAIMANA, Bu? Kita berhenti?”,
Si Anak bertanya.

“Teruslah.. !”, kata Ibu.

Anaknya TETAP menjalankan mobil. Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujanpun turun.
Beberapa pohon bertumbangan, Bahkan ada yg diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan. Terlihat kendaraan² besar juga mulai menepi & berhenti.

“Bu....?"

“TERUSLAH mengemudi..!!” kata Ibu, sambil terus melihat ke depan.
Anaknya TETAP mengemudi degan bersusah payah.
Hujan lebat menghalangi pandangan HANYA berjarak bebarapa meter saja.

Si Anak mulai takut.
NAMUN... tetap mengemudi WALAUPUN sangat perlahan.
Setelah melewati beberapa kilo ke depan, dirasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang.
SETELAH beberapa kilometer, SAMPAILAH mereka pada daerah yg kering & matahari bersinar.

“SILAKAN berhenti & keluarlah”, kata Ibu
“KENAPA sekarang ?”, tanya-nya.
“Agar kau BISA MELIHAT seandainya berhenti di tengah badai”.
Sang Anak berhenti & keluar. Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung. Dia MEMBAYANGKAN orang² yg terjebak di sana.
Dia BARU mengerti bahwa JANGAN PERNAH BERHENTI di tengah badai KARENA akan terjebak dalam ketidak pastian.
JIKA kita sedang menghadapi “badai” kehidupan, TERUSLAH berjalan, JANGAN berhenti & putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yg terus menakutkan.
LAKUKAN saja Apa yang dpt kita lakukan & yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU.
KITA tidak kan pernah berhenti, tetapi maju terus Karena kita yakin bahwa di depan sana Kepastian dan Kesuksesan ada untuk kita...

HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS!!!

BUTUH batu kerikil supaya kita BERHATI-HATI..

BUTUH semak berduri supaya kita WASPADA..

BUTUH Pesimpangan supaya kita BIJAKSANA dalam MEMILIH..

BUTUH Petunjuk jalan supaya kita punya HARAPAN tentang arah masa depan..

Hidup Butuh MASALAH supaya kita tahu kita punya KEKUATAN..

BUTUH Pengorbanan supaya kita tahu cara KERJA KERAS.

BUTUH air mata supaya kita tahu MERENDAHKAN HATI.

BUTUH dicela supaya kita tahu bagaimana cara MENGHARGAI..

BUTUH tertawa dan senyum supaya kita tahu MENGUCAPKAN SYUKUR..

BUTUH Orang lain supaya kita tahu kita TAK SENDIRI..

Jangan selesaikan MASALAH dengan mengeluh, berkeluh kesah, dan marah", Selesaikan saja dengan sabar, bersyukur dan jangan lupa TERSENYUM.

Teruslah MELANGKAH walau mendapat RINTANGAN, Jangan takut..
Saat tidak ada lagi tembok untuk bersandar, masih ada lantai untuk bersujud.
Perbuatan baik yg paling sempurna adalah perbuatan baik yg tidak terlihat, Namun.. Dapat dirasakan hingga jauh ke dalam relung hati.
Jangan menghitung apa yg hilang, namun hitunglah apa yg tersisa.
Sekecil apapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan utk Kebutuhan Hidup.
Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan utk Gaya Hidup.
Tidak selamanya kata-kata yg indah itu benar, juga tidak selamanya kata-kata yg menyakitkan itu salah.
Hidup ini terlalu singkat, lepaskan mereka yg menyakitimu, sayangi mereka yg peduli padamu.

SEMOGA BERMANFAAT..

Jumat, 06 Desember 2019

Ayo Berubah

*SEKAPUR SIRIH*
*DR Mawardi M Saleh*
_Dewan Pengawas Syariah HNI HPAI_
______________________


Tidak ada 
*"orang baik"* 
yang tidak punya 
*"masa lalu"*,

Dan tidak ada 
*"orang jahat"* 
yang tidak punya 
*"masa depan"*.

Setiap orang memiliki 
*"kesempatan"* 
yang sama untuk 
*"berubah menjadi lebih baik"*.

Bagaimanapun masa lalunya dahulu, sekelam apa lingkungannya dulu, dan seburuk apa perangainya di masa lampau..

Berilah kesempatan seseorang untuk 
*"berubah"*.

Karena, 
*"seseorang yang hampir membunuh Rasul pun"* 
kini berbaring di sebelah makam beliau. : 
*"Umar bin Khattab".*

Jangan melihat seseorang dari masa lalunya.. 
*"Seseorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun"* 
akhirnya menjadi pedang-nya 
*Allah* : 
*"Khalid bin Walid"*

Jangan memandang seseorang dari 
*"status"* dan *"hartanya"*, 
karena 
*sepatu emas "fir'aun" berada di neraka*, 
sedangkan 
*terompah "Bilal bin rabah" terdengar di syurga.*

*Intinya*,

Jangan memandang 
*"remeh"* 
seseorang karena 
*"masa lalu"* 
dan 
*"lingkungannya"*, 
karena 
*bunga teratai* 
tetap 
*mekar cantik* 
meski tinggal di air yang kotor.

Maka untuk jadi 
*"hebat"* 
yang diperlukan adalah 
*"kuatnya tekad"*.

Tak perlu pusingkan masa lalu, 
tak perlu malu dengan tempat asalmu. 

Jika kau mau,
Kau bisa menjadi laksana 
*bunga teratai* 
yang tinggal di air yang kotor namun tetap *mekar mengagumkan*.

*"Berubah"* 
dan 
*"bangkit"* 
jauh lebih 
*"indah"* 
dari pada 
*"diam"* 
dan hanya *"bermimpi"* 
tanpa melakukan tindakan apapun.

*INGATLAH !!!*

Jika semua yang kita 
*"kehendaki"* 
terus kita 
*"miliki"*, 
dari mana kita belajar *"Ikhlas"...*?

Jika semua yang kita 
*"impikan"* 
segera 
*"terwujud"*, 
darimana kita belajar 
*"Sabar"...*

Jika setiap 
*"do’a"* 
kita terus 
*"dikabulkan"*, 
bagaimana kita dapat belajar 
*"Ikhtiar"...*

Seorang yang dekat dengan 
*"Allah"*, 
bukan berarti tidak ada 
*"air mata"...*

Seorang yang tekun 
*"berdo’a"*, 
bukan berarti tidak ada 
*"masa² sulit"...*

Biarlah 
*"Sang Penyelenggara Hidup"* 
yang berdaulat sepenuhnya atas kita, 
karena hanya 
*"Dia-lah/ ALLAH SWT"* 
yang tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan yang 
*"Terbaik"..*

Tetap 
*"SEMANGAT"…*
Tetap 
*"SABAR"…*
Tetap 
*"IKHLAS"…*
Tetap 
*"SYUKUR"...*
Tetap 
*"BERDOA"...*
Karena kamu sedang kuliah di *_UNIVERSITAS KEHIDUPAN..._*

Orang yang 
*"Hebat"* 
tidak dihasilkan melalui 
*"Kemudahan",* 
*"Kesenangan",* 
dan 
*"Kenyamanan"...*

Mereka dibentuk melalui 
*"KESUKARAN",* 
*"TANTANGAN",* 
*"HINAAN"*
dan bahkan 
*"AIR MATA"*..

Gantungkan hidup kita sepenuhnya hanya kepada 
*_ALLAH AZZA WA JALLA_*
*Serta Kebenaran & Memperbaiki Diri Kita*
*Semoga jadi renungan kita bersama*